Pada Ambang Puisi | Yose Bataona

(Ilustrator: @sesilia.brand14)


Pada Ambang Puisi

Ketika kau pulang selepas petang
Kita dan kata tiada lagi berpandang.

Semua setapak ikut hilang
Sepi yang akut melintang.

*

Mekar senyummu telah pudar,
Bagai setangkai doa yang raib
Dari tangan para rahib.

*

Usai kurangkai puisi ini,
Selembar senja yang lengang
Tanpa peluk sepasang lenganmu:

Akankah kembang matamu kembali
Berpendar pada ambang puisi ini?

Maumere, Maret 2020


Setiap Senja di Kotamu


Selalu ada rindu yang menetes

Kala hujan menetas pada matamu.

Selalu ada kobaran yang kaupadam
Dentuman dendam yang kauredam.

Selalu ada doa yang kaurangkai
Setangkai sajak berkelopak cahaya.

Selalu ada hangat secangkir kopi
Aromanya bersiasat mengusir sepi.

Menanti kecupan dingin bibir penyair.

Maumere, April 2020



Sepasang Bait Rindu

Rindu melesatkan puisiku ke langit kotamu;
Sayapnya emas berkilau, lebar terentang
Hendak menghalau kelam gulita derita.

Rindu menaburkan puisiku di taman hatimu;
Benihnya yang selalu disirami doamu
Kelak mekarkan mahkota bernama cinta.

Maumere,10 Mei 2020

Asyik dibaca:
-Melawan Korona dengan Buku Bersampul Anyaman Koran
-Dalam Bayangan Puisi
-Mawar dalam Sajakku

Pada Ambang Puisi | Yose Bataona Pada Ambang Puisi | Yose Bataona Reviewed by putralomblen.com on July 07, 2020 Rating: 5

17 comments

  1. Puisimu santun dan anggun selaras dgn pemiliknya,, luar biasa pesona dan menarik ,, sukses selalu tata

    ReplyDelete
  2. Lumayan bagus mbak..
    Lanjutkan prosesnya

    ReplyDelete
  3. Lumayan bagus mbak puisinya..
    Lanjutkan prosesnya...

    ReplyDelete
  4. Kakak semangat bikin lagi, ya😻
    Doakan saya semoga bisa membuat seperti ituπŸ₯Ί

    ReplyDelete
  5. Ketika kau pulang selepas petang
    Semua setapak ikut hilang
    Dari tangan para tahun.

    πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete

Recent Posts

Latest in Tech