Lengan Dahan dan Puisi lainnya



(Ilustrasi oleh: @merlintheresia23)


Telaga Wajahmu
Pada telaga wajahmu adalah jawaban
Kepada siapa sungai sukmaku mengalir.

Kulihat seekor murai terbang dari Selatan
Ia laksana pengelana menebus haus,
Mereguk sejuk dari ceruk matamu.

Sementara riak sajakku berarak menujumu,
Adakah rinduku bermuara dalam pelukanmu?

Oktober, 2018

Lengan Dahan

karena lengan dahan
selalu anggun menahan
rindu yang kian rimbun
dari tahun ke tahun.

Februari, 2019

Pada Ambang Puisi
Ketika kaupulang selepas petang
Kita dan kata tiada lagi berpandang.

Semua setapak ikut hilang
Sepi yang akut melintang.
*
Mekar senyummu pudar
bagai setangkai doa yang raib
dari tangan para rahib.
*
Usai kurangkai puisi ini,
selembar senja yang lengang
tanpa peluk sepasang lenganmu:

Akankah kembang matamu
Kembali berpendar pada ambang puisi ini?
Maret, 2020

Asyik dibaca: Sajak Tak Beranjak
Lengan Dahan dan Puisi lainnya Lengan Dahan dan Puisi lainnya Reviewed by Yose Bataona on May 03, 2020 Rating: 5

26 comments

  1. Ketika kaupulang selepas petang
    Kita dan kata tiada lagi berpandang.
    Membius kk Yos👏👏👏

    ReplyDelete
  2. Bravo adikku teruskan cita2mu & panggil sucimu.km sma mendoakanmu🙏🙏

    ReplyDelete
  3. Terus melahirkan karya2 luar biasa kakak ku😊you are the best 😘

    ReplyDelete
  4. "Di luar rumah ada kopi, juga di dalam rumah.
    Filosofi itu ada pada pendaran, serentak gemerlapan sunyi", kata malam. ☕☕������

    #TheBestOfYours������

    ReplyDelete
  5. Keren ama....
    Request, Bisa buatkan puisi untuk kami perawat di era covid-19 kah?

    ReplyDelete
  6. Jagan pernah menyerah apapun yang terjadi..


    ReplyDelete
  7. Mantap la Ama. Gasspoll 🔥

    ReplyDelete
  8. mantap e kae senior.
    sukses selalu. kata-katanya sederhana namun bombastis. bisa jadi memecahkan sepih di teras dengan segelas kopi yang tak sempat dituangkan rindu. hahahaha

    Amapu Benjer.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih banyak. Kita sama-sama belajar. Semangat terus, tem.

      Delete
  9. Ketika kaupulang selepas petang
    Kita dan kata tiada lagi berpandang"
    Ini kalimat rasa ke snd mau beranjak dr tempat tidur ter...

    ReplyDelete
  10. Keren tem,,, kata-katanya diramu dengan bagus sehingga mendalam & kaya makna,,,
    Trus semangat berkarya tem💪😁

    ReplyDelete
  11. ...
    Adakah rindu bermuara pada pelukanmu?

    Puisi-puisimu sangat keren. Teruslah berbagi hal keren dan inspiratif seperti ini, Yos!
    Salam sukses🙏😇

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak atas kunjugan dan apresiasinya Kaka Mario. Salam sukses, salam Imajisofi.

      Delete
  12. Ini puisi saya baca berulang kali tapi "Ketika kaupulang selepas petang
    Kita dan kata tiada lagi berpandang" Terus bawa bawa saya untuk kembali bernostagia🤣🤣🤣🤣🤦‍♂️

    ReplyDelete

Recent Posts

Latest in Tech